Monday, February 2, 2009

KEMATIAN YANG TERINDAH

Cerpen Donny Anggoro

Hidup saya hancur. Kecelakaan mobil yang saya alami membuat kaki saya lumpuh. Cacat seumur hidup. Ya, itulah ‘vonis’ yang dijatuhkan dokter kepada saya. Memang kedua kaki saya tidak sampai diamputasi. Tapi setelah mendengar vonis tersebut buat apa memiliki kaki jika tidak bisa dipergunakan lagi?
Saya pasrah. Saya akan menjadi lelaki tua yang kesepian, duduk di atas kursi roda dan sepanjang hari merenung di depan jendela apartemen memandang anak-anak kecil bermain ditemani kedua orangtua mereka. Atau mengamati orang-orang yang sedang berjalan dan berlari dengan lincah. Oh! Betul-betul hidup yang membosankan.
Tunangan saya, Mary Ann setiap hari menghibur saya. Saya bersyukur memiliki kekasih seperti dia. Dia mengatakan tetap bersama saya meski saya cacat.
"Kamu mau hidup seperti ini?"
"Maksudmu?"
"Hidup bersama dengan lelaki cacat tentunya membosankan. Dan jika kita jadi menikah nanti kau akan terus menerus merawat saya seperti anak kecil. Bukankah orang cacat sangat tergantung dengan orang lain?"
"Tentu saja kita akan terus bersama. Kita tetap akan menikah." sahut Mary sambil membelai rambut saya. Air mata saya mengalir. Saya terharu. Kehadirannya membesarkan hati saya. Meski setiap malam saya berpikir, jangan-jangan Mary cuma mau menghibur saja. Atau jangan-jangan Mary cuma kasihan dan suatu saat nanti dia meninggalkan saya setelah sebelumnya meninggalkan surat. Surat berisi permintaan maaf dan di dalamnya ada sehelai cek, biaya sekedarnya untuk kehidupan saya.
Kalau boleh saya berargumentasi saya tak salah berpikiran demikian. Tunangan saya Mary adalah wanita yang pintar dan cantik. Bentuk tubuhnya begitu indah. Sebelum menjadi wartawan, pekerjaannya sekarang ia bahkan pernah menjadi model. Banyak lelaki yang tidak tertarik kepadanya, termasuk saya.
Suatu hari ketika musim gugur saya serasa mendapat hadiah lotere. Betapa tidak, Mary Ann terlebih dahulu menyatakan cintanya kepada saya. Wanita yang selama ini saya anggap cuma teman biasa saja di kantor dan kebetulan menjadi idaman setiap lelaki di kantor ternyata mencintai saya.
Katanya saya berbeda. Lho, apanya yang menarik, tanya saya heran. Katanya saya sederhana, dewasa, gesit, pintar, dan jujur. Itu yang membuat dia tertarik. Katanya saya tidak seperti lelaki yang pernah mengajaknya kencan.
"Pandangan-pandangan mereka tersirat hanya ingin mencumbui dan meniduri saya." ucap Mary. "Mereka berpikiran kotor. Mereka cuma mau tubuh saya." lanjutnya sambil meneguk sisa coke di gelas.
"Beda dengan kamu. Kamu selalu menolong saya tanpa pamrih. Kau ingat, berita yang saya buat dipuji-puji atasan karena kamu banyak membantu." lanjutnya.
"Akh, tapi itu kan hanya bantuan biasa saja. Bukankah kebetulan saya punya banyak daftar nama-nama nara sumber untuk tugasmu."
"Tapi kamu lain. Memang posisi di kantor mengharuskan kita bekerja sama. Kamu sabar melayani telepon saya malam-malam ketika waktunya orang tidur. Dulu saya merasa pertanyaan saya mungkin kedengarannya tolol untuk orang sepintar kamu. Kamu tak seperti lelaki lain yang ringan tangan tetapi seterusnya menggoda saya dan meminta saya macam-macam."
Jujur saya juga menyukainya. Bukankah hal yang wajar seorang pria mengagumi kecantikan wanita? Tetapi saya tahu diri. Saya merasa hanya lelaki biasa yang beruntung bekerja satu kantor dengannya. Mary sangat luwes dan cantik. Tentu saja lelaki yang cocok dengannya adalah lelaki gagah seperti yang terjadi dalam film-film dan novel-novel roman. Terus terang saya dulu cuma berani mengkhayalkan Mary Ann menjadi kekasih saya, tak lebih.
Berkali-kali saya cubit tangan saya. Saya tampar pipi saya, saya jambak rambut saya. Saya tahu ini cuma mimpi. Ternyata ini kenyataan. Mary Ann benar menyukai saya. Selanjutnya kami menjadi sepasang kekasih. Bahkan kami sepakat untuk bertunangan. Teman-teman kantor mengucapkan selamat kepada saya.
"You’re lucky man." ucap Fred, sahabat saya.
"Thank’s."
Tetapi itu dulu. Ketika saya masih gesit. Sekarang saya cacat. Hidup saya hanya melulu di atas kursi roda. Apakah Mary tetap mencintai saya? Bukankah ia sangat cantik dan menarik? Bukankah ia amat mudah mendapatkan lelaki yang diinginkannya? Pikiran-pikiran itu terus mengganggu saya. Saya berubah menjadi pencemburu. Saya selalu cemburu jika Mary berbicara dengan lelaki lain, bahkan kepada kakak saya sendiri, Tom jika membesuk saya di rumah sakit. Saya akui saya takut kehilangan Mary.
Suatu hari pikiran saya berubah. Saya relakan jika suatu saat Mary benar-benar meninggalkan saya. Dia berhak mendapatkan kebahagiaan. Toh, dulu saya tidak berminat mengejarnya. Hidupnya tentu akan sia-sia menghabiskan waktu dengan lelaki cacat yang sepanjang hari duduk di kursi roda.
"Tolong buang jauh-jauh pikiran itu. Saya tidak akan meninggalkanmu."
"Kau tentunya malu punya suami cacat. Kau wartawan dan pengarang yang berhasil, peraih macam-macam hadiah dan penghargaan. Kau selalu jadi buah bibir. Kau publik figur. Sayang suaminya cacat..."
"Percayalah, aku tidak akan meninggalkanmu. Aku sangat mencintaimu."
"Mary, masa-masa saya sudah lewat. Sekarang hidup saya pasti membosankanmu. Saya tak bisa menemanimu ke pesta, jalan-jalan, bahkan tidak bisa lagi berdansa denganmu. Saya sudah tidak berguna lagi."
"Jangan begitu. Aku masih mencintaimu dan kita akan menikah."
"Akh, kau tentunya berkata begitu karena kasihan. Selanjutnya kau tertarik dengan lelaki lain dan..."
"Sudah! Sudah! Kenapa kau tidak percaya?"
Saya diam.
"Saya akan selalu mendampingimu, sampai mati. Kita akan bersama selamanya."
***
Pekerjaan saya bertahun-tahun kata atasan saya mengagumkan. Saya tetap di sana bahkan naik pangkat sebagai redaktur sekaligus editor. Saya tidak harus selalu hadir di kantor. Saya diberi kepercayaan mengerjakan segala pekerjaan di apartemen saya. Saya juga diberikan anak buah yang ditugaskan khusus untuk membantu karena saya cacat dan tidak mungkin lagi ditugaskan ke luar negeri. Saya juga menggaji seorang pembantu sekaligus sopir yang siap membantu saya bepergian.
Saya senang sekali. Bekerja di tempat tinggal sendiri sungguh menyenangkan. Saya membuat novel dan cerita pendek yang semasa aktif dulu sebagai wartawan selalu tidak pernah selesai saya kerjakan. Akan tetapi sampai sekarang ini saya tetap tidak bisa menghilangkan keraguan saya terhadap Mary. Setiap pagi jika ia pamit ke kantor diam-diam saya berpikir ia sekaligus mengucapkan selamat berpisah secara tidak langsung. Setiap hari saya menyiapkan diri untuk berpisah dengannya. Meski selama ini saya tidak pernah mengatakan kepada siapapun saya terus membiarkan prasangka itu di dalam otak saya. Saya siap kelak hidup sendiri tanpa Mary.
Saya juga maklum jika memang benar Mary menjalin cinta dengan pria lain. Dia berhak mendapatkannya. Setiap hari saya siapkan diri jika sangkaan saya benar. Suatu malam pikiran saya berubah lagi. Ternyata hati kecil saya tak rela Mary pergi. Saya teramat mencintainya. Saya tidak rela Mary akan pergi dari kehidupan saya.
Malam ini saya terus berpikir bagaimana caranya Mary tidak akan meninggalkan saya. Saya berpikir besok saya akan pergi ke Fess, membeli pistol sekaligus mengurus surat-suratnya. Saya akan menembaknya dan kemudian menembak kepala saya sendiri. Saya akan hidup bersama selamanya di alam baka. Tetapi setelah saya pikir-pikir kematian macam itu terlalu ekstrim. Saya bisa membangunkan seluruh penghuni apartemen. Tetangga-tetangga saya di sini kebanyakan wanita-wanita tua yang hidup menjanda. Apalagi mereka memiliki penyakit jantung yang teramat serius. Saya tak tega orang lain akan menanggung musibah. Masakan saya ingin hidup abadi tetapi orang lain juga ikut mati? Tidak adil. Bisa-bisa nanti di sana saya bakalan dicaci sebagai biang keladi kematian mereka!
Saya coret rencana membeli pistol di agenda saya. Saya harus pikirkan jalan lain. Saya berpikir akan membeli racun. Ya, ya. Saya akan meracuni istri saya. Tapi racun apa yang paling ampuh? Saya tidak paham obat-obatan. Yang saya ketahui paling-paling cuma racun tikus dan serangga. Baunya saja menyengat. Pasti rencana saya gagal. Bahkan ketika giliran saya menenggaknya saya sendiri pasti akan muntah karena tidak tahan baunya.
Racun memang jalan yang tepat. Tetapi racun apa? Racun apa yang tidak bau dan tidak menimbulkan bekas? Saya buka-buka buku alamat saya. Saya cari daftar nama-nama nomor telepon relasi, orang-orang yang pernah saya jadikan nara sumber dan responden saya. Tentunya yang berprofesi sebagai dokter atau bekerja di klinik, apotik atau laboratorium. Saya telepon mereka satu per satu. Ternyata semuanya sudah pindah. Wah, harus kemana lagi saya?
***
Setelah membaca novel Agatha Christie, hadiah ulangtahun saya ke-34 dari Fred saya mendapat ilham. Setelah dibaca saya pandangi sampul buku itu. Novel ini baru sempat sekarang saya baca. Keterlaluan, pikir saya. Masak hadiah yang diberikan dua tahun yang lalu baru sekarang saya baca? Saya tersenyum. Pasti Fred kesal jika saya cerita kalau novel hadiah darinya baru sempat saya baca sekarang. Teman saya ini paling rajin membelikan saya buku. Untung jika bertelepon Fred tak pernah menyinggungnya. Dia sudah terlalu sibuk dengan pekerjaan barunya sebagai dosen di London.
Saya simpan kembali novel itu ke dalam rak. Selanjutnya saya mencatat dalam agenda saya. Saya berpikir besok saya akan membeli sianida. Anak buah saya pasti bisa mendapatkannya. Kebetulan saya baru mengetahui Max, anak buah saya itu mempunyai sepupu yang bekerja sebagai kepala laboratorium klinik kesehatan. Tentunya ia bisa mengusahakan untuk mendapatkannya.
"Kau mengerti bagaimana rasa penasaran pengarang seperti saya. Masakan saya membuat cerita matinya seseorang dengan sianida tetapi tak mengetahui bagaimana bentuk sianida?" kata saya.
"Tapi bagaimana wawancara kita dengan Stephen Macmillan? Bukankah itu untuk bahan berita kita?" tanya Max.
"Ah, sudahlah. Tunda saja dulu. Lagipula kantor kita tak terlalu buru-buru membutuhkan wawancara itu. Saya kan teman baiknya. Saya tahu semua jadwal acaranya. Telepon dia, batalkan pertemuanmu. Mumpung saya lagi ada waktu menyelesaikan novel saya yang sudah dua tahun tertunda-tunda." kata saya berbohong.
***
Malam ini saya siapkan suasana romantis di apartemen saya. Chinese food, makanan kesukaan Mary sudah dipesan. Lilin di meja sudah saya nyalakan. Meja sudah disiapkan. Musik di ruang tengah juga saya pasang.
Tepat jam delapan malam istri saya pulang dari kantor. Ia begitu bahagia saya menyiapkan makan malam yang romantis. Kami berciuman. Bau parfumnya yang merangsang itu membuat saya semakin tidak ingin berpisah dengannya.
"Ini benar-benar kejutan." katanya.
"Ketahuilah, sudah lima tahun usia perkawinan kita dan kau masih mendampingi saya. Kita sudah terlalu lama tenggelam dalam kesibukan masing-masing sehingga tak sempat lagi melakukan hal seperti ini." kata saya.
Setelah makan saya tuang dua gelas anggur. Tentunya minuman tersebut sudah diberi sianida, racun yang menurut novelis Agatha Christie teramat bersih dan tidak meninggalkan bekas. Sehabis menenggak anggur kami asyik tertawa-tawa sambil mengenang masa pacaran dulu. Malam semakin larut. Kami mengantuk. Sudah saatnya tidur.
***
Keesokan paginya, entah saya berada di mana saya menyaksikan diri saya sendiri dan Mary sudah tak bernyawa di atas ranjang. Max, anak buah saya dan Billy, pembantu sekaligus sopir pribadi saya yang menemukan kami. Mereka panik. Selanjutnya apartemen saya penuh dengan polisi dan paramedis. Saya puas. Semuanya berjalan begitu indah, sesuai rencana. Saya juga menyaksikan Max menemukan lembaran naskah yang berserakan di meja kerja saya. Sebuah naskah cerpen Kematian Yang Terindah. Dibacanya sejenak cerpen itu. Saya berharap suatu saat Max mengirimkannya bersama naskah saya yang lain. Saya ingat pernah berjanji kepada sebuah penerbit buku yang sudah sekian lama menunggu selesainya naskah buku kumpulan cerpen saya untuk diterbitkan.

Cinta Tanpa Syarat Serdadu AS



Ingin Cerita Lebih Lanjut ?
Cerita Ini Sangat Bagus Loh, Ga Percaya ? Coba Deh Di Lihat Cinta Tanpa Syarat Serdadu AS

Pelajaran Dari Seekor Kupu - Kupu




”suatu hari,pada saat sebuah lubang kecil timbul di suatu kepompong seorang pria duduk dan memperhatikan bagaimana seekor bayi kupu kupu selama ber jam jam berjuang untuk memaksa mengeluarkan badannya melalui lubang tsb. Akan tetapi kemudian,proses
tersebut berhenti tanpa ada kemajuan lebih lanjut.
Tampaknya sudah sekuat tenaga dan bayi kupu kupu tidak bisa bergerak lebih jauh lagi.
Sehingga Akhirnya sang lelaki tersebut memutuskan untuk
menolong kupu-kupu itu......diambilnya sebuah gunting untuk membuka kepompong tersebut Dan....Kupu-kupu tersebut akhirnya keluar dengan mudah.
walau dengan tubuh yang lemah, kecil dan sayap yang mengkerut.Sang lelaki terus Sang lelaki terus mengamatinya mengamatinya dengan berharap dengan berharap bahwa, suatu saat, bahwa, suatu saat, sayapnya akan sayapnya akan terbuka, membesar terbuka, membesar dan berkembang, dan berkembang, agar bisa agar bisa menyangga tubuhnya menyangga tubuhnya dan menjadi kuat. dan menjadi kuat.

Selengkapnya Silahkan Download Di Bawah Ini

Belajar Dari Kupu

Sunday, February 1, 2009

Google Earth 4.2.0205.5730 Professional Full Version



Google Earth combines satellite imagery, maps and the power of Google Search to put the world’s geographic information at your fingertips. Fly from space to your neighborhood. Type in an address and zoom right in. Search for schools, parks, restaurants, and hotels. Get driving directions. Tilt and rotate the view to see 3D terrain and buildings. Save and share your searches and favorites. Even add your own annotations

Google Earth lets you do smooth sailing flybyes of the entire Earth. You can easily fly to any spot on the globe, by entering any associated data, like street addresses, place names or lat/long coordinates. There are overlays that put additional information on the map, like roads, international boundaries, terrain, 3D buildings, crime statistics, schools, stadiums, any number of interesting stuff. You can do Local searches in the program, with icons on the map and a display on the side showing your results.
Features
* Sophisticated streaming technology delivers the data to you as you need it.
* Imagery and 3D data depict the entire earth - Terabytes of aerial and satellite imagery depict cities around the world in high-resolution detail.
* Local search lets you search for restaurants, hotels, and even driving directions. Results show in your 3D earth view. Easy to layer multiple searches, save results to folders, and share with others.
* Layers show parks, schools, hospitals, airports, retail, and more.
* Overlays a?“ import site plans, design sketches and even scanned blueprints.
* Annotate the view with lines and polygons.
* Spreadsheet import - ingest up to 2,500 locations by address or lat/lon.
* KML a?“ data exchange format let your share useful annotations

Use it for
* Planning a trip
* Getting driving directions
* Finding a house or apartment
* Finding a local business
* Exploring the world

Recommended configuration
* Operating system: Windows XP and Vista
* CPU speed: IntelA® PentiumA® P4 2.4GHz+ or AMD 2400xp+
* System memory (RAM): 512MB
* 2GB hard-disk space
* 3D graphics card: 3D-capable video card with 32MB VRAM or greater
* 1280×1024, 32-bit true color screen
* Network speed: 128 kbps (”Broadband/Cable Internet”)

Download Now

Portable FreeRapid Downloader 0.81 Build 353 (Multilanguage)

This summary is not available. Please click here to view the post.

9 Jenis Roh

Menurut ilmu batin pada diri manusia terdapat sembilan jenis Roh. Masing-masing roh mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Ke sembilan macam roh yang ada pada manusia itu adalah sebagai berikut :
a. Roh Idofi (Roh Ilofi) : adalah roh yang sangat utama bagi manusia. Roh Idofi juga disebut �JOHAR AWAL SUCI�, karena roh inilah maka manusia dapat hidup. Bila roh tersebut keluar dari raga, maka manusia yang bersangkutan akan mati. Roh ini sering disebut �NYAWA�. Roh Idofi merupakan sumber dari roh-roh lainnyapun akan turut serta. Tetapi sebaliknya kalau salah satu roh yang keluar dari raga, maka roh Idofi tetap akan tinggal didalam jasad. Dan manusia itu tetap hidup. Bagi mereka yang sudah sampai pada irodat allah atau kebatinan tinggi, tentu akan bisa menjumpai roh ini dengan penglihatannya. Dan ujudnya mirip diri sendiri, baik rupa maupun suara serta segala sesuatunya. Bagai berdiri di depan cermin. Meskipun roh-roh yang lain juga demikian, tetapi kita dapat membedakannya dengan roh yang satu ini.Alamnya roh idofi beruoa nur terang benderang dan rasanya sejuk tenteram (bukan dingin). Tentu saja kita dapat menjumpainya bila sudah mencapai tingkat �INSAN KAMIL�.
b. Roh Rabani : Roh yang dikuasai dan diperintah oleh roh idofi. Alamnya roh ini ada dalam cahaya kuning diam tak bergerak. Bila kita berhasil menjumpainya maka kita tak mempunyai kehendak apa-apa. Hatipun terasa tenteram. Tubuh tak merasakan apa-apa.
c. Roh Rohani : Roh inipun juga dikuasai oleh roh idofi. Karena adanya roh Rohani ini, maka manusia memiliki kehendak dua rupa. Kadang-kadang suka sesuatu, tetapi di lain waktu ia tak menyukainya. Roh ini mempengaruhi perbuatan baik dan perbuatan buruk. Roh inilah yang menepati pada 4 jenis nafsu, yaitu :
*
Nafsu Luwamah (aluamah)
*
Nafsu Amarah
*
Nafsu Supiyah
*
Nafsu Mulamah (Mutmainah).
Kalau manusia ditinggalkan oleh roh rohani ini, maka manusia itu tidak mempunyai nafsu lagi, sebab semua nafsu manusia itu roh rohani yang mengendalikannya. Maka, kalau manusia sudah bisa mengendalikan roh rohani ini dengan baik, ia akan hidup dalam kemuliaan. Roh rohani ini sifatnya selalu mengikuti penglihatan yang melihat. Dimana pandangan kita tempatkan, disitu roh rohani berada. Sebelum kita dapt menjumpainya, terlebih dulu kita akan melihat bermacam-macam cahaya bagai kunang-kunang. Setelah cahaya-cahaya ini menghilang, barulah muncul roh rohani itu.
d. Roh Nurani : Roh ini dibawah pengaruh roh-roh Idofi. Roh Nurani ini mempunyai pembawa sifat terang. Karena adanya roh ini menjadikan manusia yang bersangkutan jadi terang hatinya. Kalau Roh Nurani meninggalkan tubuh maka orang tersebut hatinya menjaid gelap dan gelap pikirannya.
Roh Nurani ini hanya menguasai nafsu Mutmainah saja. Maka bila manusia ditunggui Roh Nurani maka nafsu Mutmainahnya akan menonjol, mengalahkan nafsu-nafsu lainnya.
Hat orang itu jadi tenteram, perilakunyapun baik dan terpuji. Air mukanya bercahaya, tidak banyak bicara, tidak ragu-ragu dalam menghadapi segala sesuatu, tidak protes bila ditimpa kesusahan. Suka, sedih, bahagia dan menderita dipandang sama.
e. Roh Kudus (Roh Suci) : Roh yang di bawah kekuasaan Roh Idofi juga. Roh ini mempengaruhi orang yang bersangkutan mau memberi pertolongan kepada sesama manusia, mempengaruhi berbuat kebajikan dan mempengaruhi berbuat ibadah sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya.
f. Roh Rahmani : Roh dibawah kekuasaan roh idofi pula. Roh ini juga disebut Roh Pemurah. Karena diambil dari kata �Rahman� yang artinya pemurah. Roh ini mempengaruhi manusia bersifat sosial, suka memberi.
g. Roh Jasmani : Roh yang juga di bawah kekuasaan Roh Idofi. Roh ini menguasai seluruh darah dan urat syaraf manusia. Karena adanya roh jasmani ini maka manusia dapat merasakan adanya rasa sakit, lesu, lelah, segar dan lain-lainnya. Bila Roh ini keluar dari tubuh, maka ditusuk jarumpun tubuh tidak terasa sakit. Kalau kita berhasil menjumpainya, maka ujudnya akan sama dengan kita, hanya berwarna merah.
Roh jasmani ini menguasai nafsu amarah dan nafsu hewani. Nafsu hewani ini memiliki sifat dan kegemaran seperti binatang, misalnya: malas, suka setubuh, serakah, mau menang sendiri dan lain sebagainya.
h. Roh Nabati : ialah roh yang mengendalikan perkembangan dan pertumbuhan badan. Roh ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi.
i. Roh Rewani : ialah roh yang menjaga raga kita. Bila Roh Rewani keluar dari tubuh maka orang yang bersangkutan akan tidur. Bila masuk ke tubuh orang akan terjaga. Bila orang tidur bermimpi dengan arwah seseorang, maka roh rewani dari orang bermimpi itulah yang menjumpainya. Jadi mimpi itu hasil kerja roh rewani yang mengendalikan otak manusia. Roh Rewani ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi. Jadi kepergian Roh Rewani dan kehadirannya kembali diatur oleh Roh Idofi. Demikian juga roh-roh lainnya dalam tubuh, sangat dekat hubungannya dengan Roh Idofi.

Saturday, January 31, 2009

Sunnatan Massal - II



























Sunnatan Massal
























Dalam Mihrab Cinta

Matanya berkaca-kaca. Kalau tidak ada kekuatan
iman dalam dada ia mungkin telah memilih sirna dari
dunia. Ujian yang ia derita sangat berbeda dengan
orang-orang seusianya. Banyak yang memandangnya
sukses. Hidup berkecukupan. Punya pekerjaan yang
terhormat dan bisa dibanggakan. Bagaimana tidak, ia
mampu meraih gelar master teknik dari sebuah institut
teknologi paling bergengsi di negeri ini. Dan kini ia
dipercaya duduk dalam jajaran pengajar tetap di
universitas swasta terkemuka di ibukota Propinsi Jawa
Tengah: Semarang.
Tidak hanya itu, ia juga pernah mendapatkan
penghargaan sebagai dosen paling berdedikasi di
kampusnya. Ia sangat disegani oleh sesama dosen dan
dicintai oleh mahasiswanya. Ia juga disayang oleh
keluarga dan para tetangganya. Bagi perempuan
seusianya, nyaris tidak ada yang kurang pada dirinya.
Sudah berapa kali ia mendengar pujian tentang
kesuksesannya. Hanya ia seorang yang tahu bahwa
sejatinya ia sangat menderita.
Ada satu hal yang ia tangisi setiap malam. Setiap kali
bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam. Ia
menangisi takdirnya yang belum juga berubah. Takdir
sebagai perawan tua yang belum juga menemukan
jodohnya. Dalam keseharian ia tampak biasa dan ceria.
Ia bisa menyembunyikan derita dan sedihnya dengan
sikap tenangnya.

Silahkan Download Di Sini Dalam Mihrab Cinta