Sunday, December 9, 2007

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Kematian

WASHINGTON - Gaya hidup tidak sehat kembali dinyatakan sebagai biang keladi meningkatnya risiko kematian. Setelah pola makan dan kurang olahraga, kini penelitian terbaru mengungkap bahwa pola tidur yang tidak sehat juga dicap sebagai masalah utama.

Penelitian itu mengungkapkan, kurang tidur berlebihan secara signifikan akan meningkatkan risiko kematian. Penurunan durasi tidur atau tidur selama enam, tujuh, dan delapan jam akan berisiko 110 persen mengalami penyakit kardiovaskular yang mematikan.

"Sementara peningkatan durasi tidur selama tujuh atau delapan jam sering dihubungkan dengan risiko 110 persen yang menyebabkan kematian selain kardiovaskular," ujar Ketua Peneliti dari University College London Medical School Jane Ferrie.

Penelitian yang dilakukan memfokuskan kepada 10.308 berusia antara 35 sampai 55 tahun. Sebagai langkah pencegahan, penelitian itu menyarankan untuk secara konsisten tidur selama tujuh atau delapan jam tiap malam. "Hal ini dimaksudkan agar kesehatan terjaga optimal," ujar Ferrie.

Dia pun mengungkapkan, angka kematian akan semakin rendah pada partisipan yang tidur selama lima sampai enam jam atau kurang. Namun, kondisi angka kematian akan tinggi jika partisipan tidur secara berlebihan selama lebih dari delapan jam sehari. "Sebaiknya lakukan pembatasan jam tidur," tandasnya.