Wednesday, March 11, 2009

Ber Awal Dari Pertanyaan Cucu Kepada Kakek Nya

Kisah ini berawal atas sebuah pertanyaan sang cucu ke pada kakeknya..
Cucu : kek…kenapa tangan kanan kakek tidak bias di buka? Memang sudah cacat dari lahir ia kek?
Kakek : Aduh kamu mengapa itu yang jadi bahan pertanyaan sih? Kamu belum cukup umur untuk mengetahui mengapa hal ini terjadi pada tangan kanan kakek.
Cucu: jangan salah kek, walau aku belum cukup umur tetapi aku sudah dapat mengerti sesuatu yang akan dan apapun yang akan kakek bicarakan.
Kakek: kenapa anak-anak sekarang lebih tua ucapanya dari kakek2?
Cucu: kebanyakan minum susu kuda liar si kek…ayo dong kek, cerita kenapa tangan kakek?

Kejadian ini terjadi pada tahun 2020 yang lalu, dimana saat itu kondisi Negara kita kian menjadi Negara yang sangat barbar, arogansi terhadap manusia yang lemah. Sekarang juga kek, nagpain lagi lihat2 tahun2 dahulu? Memang benar, akan tetapi tidak sedahsyat dahulu pada zaman kakek.
Seorang anak perempuan presiden Negara ini mengeluarkan 1 prmintaan yang awlanya di anggap permintaan yang sangat gila. Permintaan nya juga pada orang-orang yang dapat di katakan tidak masuk dalam katagori yang di perhitungkan keberadaannya di Negara ini. Meraka adalah “para pengemis simpang empat lampu merah”
Rera adalah anak perempuan presiden Negara ini yang memiliki sifat tidak dapat di tolak akan permintaannya, akan tetapi bila permintaannya itu adalah sesuatu yang memiliki arti dan makan positif. Selain cantik juga bersifat gesit disertai tubuh yang sensasional.
Rera telah meminta sejumlah pengemis di semua pelosok Negara hingga berjumlah 1975, akan tetapi rera belum menemukan seorang yang dirasa dapat menyelesaikan permintaan ini. Sepanjang hari terus mencari dan mencari. Pencarian begitu unik dengan setiap senja hari selalu melewati simpang empat dan memberikan uang kertas yang telah di ludahinya kepada salah satu pengemis. Akan tetapi rera semakin simpati karena walaupun uang yang di berikannya telah bercampur ludah akan tetapi sosok pengemis pendiam ini masih melakukan senyum tanpa beban kepada rera. Bathin rera berkata mungkinkah dia yang akan menutup rangkaianku dalam pencarian permintaan ini? Senja dalam pencarian sudah memasuki hari ke 16. keesokan harinya rera kembali menghampiri sosok pengemis yang pendiam tersebut dan sama dengan memberikan uang yang telah di beri ludahnya. Tanpa di duga sang pengemis, rera turun dari mobil mewahnya, walau lampu merah telah berganti dengan lampu hijau, akan tetapi rera tidak perduli. Boleh saya membisikkan satu kalimat ke telinga kamu? Silakan !! saya memintamu untuk melakukan permintaanku..apakah kamu bersedia? Nanti aku pikirkan nona !! rera tersenyum dengan puas dan pencarian akan permintaaannya genap menjadi 1976 orang pengemis. Semabari berjalan menuju ke mobil, rera berkata dengan tegas “ siapapun yang kamu pilih hanya saya yang dapat mengatakan benar atau salah, setalah itu saya akan jadi milikmu !! mungkin dia lagi horny maka terlalu pede mengatakan hal itu…
Tiba-tiba sang kakek berhenti berbicara karena mendapat selaan dari cucu2 nya dengan mempertanyakan “apa tuh kek horny?” weis…maaf kakek ralat kalimatnya, udalah kek jangan malu2… untuk usia 17 tahun ke samping kan kek kata itu?